DAKWAH DAN KESEDERHAAN

LaporRiyono - Dakwah dan Kesederhanaan

Kesederhanaan merupakan kunci keberhasilan sebuah kerja panjang. Dengan berpikir serta bekerja secara sederhana, manusia akan mampu menyelesaikan sebuah program hidup jangka panjang yang melelahkan. Hal ini tidak lain kerana kesederhanaan akan melahirkan konsistensi dan keistiqomahan dalam beramal.

Sebagai contoh ketika seorang manusia tergoda untuk hidup jauh dari kesederhanaan. Sekarang bisa kita amati banyak sekali fenomena gagal bayar pinjaman online. Tawaran kemudahan proses, kemudahan membayar menjadikan sebagian kita terjebak untuk mengambil pinjaman online. Terjebak mengambil kredit barang-barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Demikian juga dalam kehidupan dakwah kita sebagai dai. Sebagian dari kita begitu bersemangat diawal, bergerak terus tanpa memikirkan kapasitas ruhiyah, jasadiyah dan maali. Akhirnya kelelahan diperjalanan dan muncullah istilah berjatuhan di jalan dakwah. Memang kita harus terus bersemangat dan bergerak dalam dakwah, namun dalam kondisi kelelahan dan kemalasan sudah sewajarnya kita rehat sejenak mengembalikan energi dan agar kembali bugar. Ini semua dilakukan agar gerak dakwah yang kita lakukan tetap konsisten dan istiqomah.

Syaikh Ibnu Baz, “Ketika suasana hati terasa baik, manfaatkanlah moment itu untuk meningkatkan amal salih. Dengan kalimat kiasan di atas, Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasalam- seolah-olah  tengah memberi arahan kepada para musafir serta memperingatkan mereka akan momen-momen yang tepat untuk melakukan perjalanan, yaitu di awal dan penghujung siang. 
Seorang musafir tentu tidak akan mampu menghabiskan seluruh waktu siang dan malam hari untuk berjalan. Mungkin saja dia mampu melakukannya selama satu atau dua hari, namun setelah itu ia akan berhenti total karena keletihan. Oleh karena itu, Rosulullah – sholallahu ‘alaihi wasalam- mengingatkan agar mereka memanfaatkan momen-momen ini semaksimal mungkin. Adapun malam hari, terasa sangat berat untuk menempuh perjalanan, oleh karenanya beliau memerintahkan untuk melakukannya sesekali saja. Dengan strategi seperti ini, kontinuitas perjalanan dapat dipertahankan sehingga mereka mencapai tujuan tanpa menghadapi resiko kelelahan dengan yang terlalu tinggi.”(Lihat: Komentar Syaikh Ibnu Baz untuk Fathul Bari)

LaporRiyono - Dakwah dan Kesederhanaan

Itulah makna kesederhanaan. Gerak dakwah yang terus konsisten selama bertahun-tahun lebih disukai dan lebih akan mendatangkan manfaat bagi keberlangsungan dan keberhasilan dakwah. #ay

0

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *