ANGGOTA DEWAN BERKOMITMEN HIDUPKAN EKONOMI KERAKYATAN

Komitmen Hidupkan Ekonomi Kerakyatan - Lapor Riyono

Komitmen Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Riyono untuk menghidupkan perekonomian rakyat kecil patut diapresiasi. Sudah bertahun-tahun ia mengkampanyekan “ Ayo belanja di pasar tradisional“. Ia bersama keluarganya bahkan sudah memulai dan melakukan gerakan tersebut dengan selalu berbelanja di pasar tradisional dan toko-toko kecil. Langkah itu sebagai upaya untuk menggerakkan perekonomian dari bawah agar terus bertahan. Karena tidak dipungkiri, keberadaan pasar modern sudah sangat mengancam keberadaan pedagang kecil yang ada di setiap daerah dan pasar tradisional di Jawa Tengah. ” Saya tidak alergi dengan pasar modern, tapi saya pribadi berkomitmen untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan memulai dan menggerakkan ayo belanja ke pasar tradisional,” kata Riyono
Alumnus UNDIP ini menambahkan, dalam sejarah Indonesia keberadaan pasar tradisional sudah terbukti mampu menggerakkan ekonomi bawah. Karena semua pedagang masyarakat lokal dan untuk menghidupi keluarga. Keberadaan pasar tradisional sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi baik regional maupun nasional juga sudah terbukti. ” Ini yang harus dipertahankan, jangan sampai keberadaan pasar tradisional mati karena masyarakat enggan berbelanja disana. Di pasar semua pedagang menjadi jantung ekonomi,” tegasnya

Riyono tidak menampik masyarakat sekarang lebih doyan berbelanja di pasar modern. Banyak alasannya mulai dari infrastruktur yang bagus, tempat yang bersih dan tidak usah repot tawar-menawar.
Ada kesan bahwa pasar tradisional kumuh dan repot. Padahal, sejatinya tradisi tawar-menawar dan keunikan di pasar tradisional lainnya ini bisa menjadi ajang berkomunikasi dan memupuk jiwa sosial dan kekeluargaan dalam masyarakat.
” Kebanyakan masyarakat senang dengan praktis, tidak bagus juga. Karena juga tidak ada komunikasi dua arah dan masyarakat akan cenderung asosial,” ucapnya.

Anggota komisi B DPRD Jawa Tengah ini juga mengkritik berbagi kebijakan pemerintah yang dinilai mematikan ekonomi kerakyatan. Menjamurnya pasar modern, tidak diperhatikannya pasar tradisional menjadi salah satu indikasi kuat. Pemerintah mulai dari pusat, Pempriv Jawa Tengah sampai tingkat daerah harua bisa memperhatikan pasar tradisional. Pembangunan harus maksimal dan bisa mengakomodir permintaan pasar agar keberadaanya bisa terus eksis.

Misalnya dengan membangun pasar tradisional yang berkonsep modern, tanpa menghilangkan tradisi dan keunikan di pasar tradisional. ” Buat pasar tradisional senyaman mungkin, bersih dan terawat, saya kira jika nyaman, masyarakat akan berbondong-bondong belanja kesana,” imbuhnya
Ketua Umum DPP Aliansi Nelayan Indonesia ini menambahkan, pasar tradisional yang saat ini terus dibenahi, harus terus didukung dan digerakkan agar perputaran roda ekonominya semakin tinggi dan berpihak kepada masyarakat kecil. Dan itu bisa dimulai dari diri sendiri untuk mensukseskan ayo gerakan belanja di pasar tradisional.

Ia berkomitmen akan memperjuangkan berbagai revitalisasi dan pembenahan masalah sejumlah pasar tradisional. Mulai dadi pembangunan gedung baru yang lebih layak, penertiban relokasi pedagang kaki lima dekat pasar tradisional agar masuk kedalam pasar.

Semua kegiatan masyarakat berpulang pada pasar. Karena kearifan sistem perekonomian kerakyatan itu ujung tombaknya ada di pasar tradisional,” tambahnya.

Riyono mengaku tidak akan patah semangat untuk terus menggerakkan ayo belanja dipasar tradisional. (m iftahula’la/ zal).

Dikutip dari Radar Jateng. #ay

1+

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *